VC - Kali ini saya akan berbagi pengalaman pendakian salah satu gunung di jawa tengah gunung muria puncak natas angin yang mungkin gak terlalu tinggi namun viewnya gak kalah istimewa dengan gunung-gunung lainnya.
Gunung muria ini terletak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 1.602 Mdpl. Gunung muria ini mempunyai banyak puncak, ada puncak 29 (puncak tertinggi), puncak natas angin, puncak argowiloso, puncak argojembangan, dan puncak abiyoso.
Gunung muria ini juga memiliki wisata religi yaitu makam Sunan Muria Dan Syeh Sadzli, juga memiliki wisata alam yaitu air terjun songgo langit, air terjun jurang nganten, banyu anjlok, air terjun nglamer, air terjun nglumprit, monthel, dan masih banyak lagi deh pokoknya.
Gunung muria puncak natas angin ini bisa didaki melalui 2 jalur yaitu rahtawu kudus dan dari jepara juga bisa. Saya mendaki puncak natas angin ini melalui Rahtawu Kudus.
Rahtawu ini termasuk wisata alam yaitu berupa sungai dan airterjun, juga jalur kalo mau bisa ke puncak natas angin/ abiyasa/ 29 juga bisa melalui rahtawu.
Untuk menuju tempat parkir pendakian puncak natas angin, nanti dari tugu selamat datang di rahtawu lurus saja ikuti jalur sampai menemukan tempat parkir petilasan abiyasa, ada papan nama (plang) nya kog tenang saja kelihatan jelas parkirnya tepat sebelah jalan sekitar 15 menit dari tugu selamat datang rahtawu.
Diparkir abiyasa itulah gerbang masuk menuju puncak natas angin. Karena sebelum ke puncak natas angin akan melewati puncak abiyasa terlebih dahulu.
Pendakian Menuju Puncak Abiyasa (kurang lebih 2 jam)
Menuju puncak natas angin kita akan melewati puncak abiyasa terlebih dahulu. Di sini gak ada basecam-nya hanya tempat parkir saja. Dari tempat parkir menuju puncak abiyasa jalurnya cukup menguras tenaga karna tidak ada jalur setapak menurun (bonus), bonusnya hanya pemandangan terbuka di perjalanan, banyak air terjun bila musim hujan. hehe
Tracknya berupa tanah bebatuan yang menanjak terus tanpa henti yang semakin lama-kelamaan semakin terjal tanjakanya, tapi tenang saja dijalur itu nanti kita disuguhi pemandangan yang bikin lelah hilang. Nanti kita akan melewati beberapa sumber air sebelum sampai puncak abiyasa. Jalur di gunung muria ini berbentuk zigzag menanjak.
Waktu yang diperlukan untuk sampai dipuncak abiyasa itu sekitar 2 jam. Di puncak abiyasa terdapat bangunan besar makam-makam sesepuh dan petilasan abiyasa. Jadi kita harus jaga sikap dan bicara juga. Kalo mau menginap pun bisa, terdapat tempat dipuncak abiyasa gak perlu memakai tenda. dan juga terdapat mushola dan warung di puncak abiyasa.
Tapi kalau mau mendirikan tenda juga bisa, di puncak abiyasa, ataupun diatas sebelum puncak natas angin, atau juga di puncak natas angin juga bisa buat camp.
Puncak Abiyasa Menuju Puncak Natas Angin (kurang lebih 30 menit)
Dari puncak abiyasa menuju natas angin cukup dekat. Pertama kita akan melewati jalur setapak menurun (bonus) tapi setelah itu jalur menanjak dan semakin menjadi-jadi, bahkan saat melewati jalur naga puncak natas angin jalur menanjak hingga kemiringan 70-75 drajat dengan lebar jalur sekitar 1,5 meter yang sebelahnya jurang semua.
Bila menaiki jalur naga ini disaat hujan jalur menjadi sangat licin dan harus berhati2. Tapi disinilah keistimewaan puncak natas angin yaitu melalui Jalur Naga ini. Untuk mencapai puncak natas angin dari abiyasa sekitar 30 menit, tapi kalau sambil selfie2 bisa berjam-jam.
Pendakian Puncak 29 Gunung Muria via Desa Rahtawu Kudus
Bagi para pendaki gunung dari daerah Semarang dan sekitarnya tentu sudah tidak asing dengan Gunung Ungaran, yaitu gunung tertinggi di Kabupaten Semarang, tapi apa Anda tahu mengenai Gunung Muria?
Gunung Muria adalah sebuah pegunungan yang terletak diantara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara, Gunung Muria memang lebih terkenal dengan wisata religinya, yaitu Makam Sunan Muria.
Padahal jika kita mau, kita juga bisa mendaki ke puncak Gunung Muria lho, nah bagi Anda yang ingin mendaki di Gunung Muria, dibawah ini adalah info lengkap mengenai Gunung Muria Kudus, yuk kita simak.
Sebelumnya, perlu Anda ketahui jika Gunung Muria adalah sebuah pegunungan, jadi bukan gunung tunggal, nah di pegunungan ini terdapat banyak puncak atau gunung dengan nama berbeda, seperti Natas Angin, Abiyoso, Kelir dan yang paling terkenal yaitu Puncak 29.
Puncak 29 adalah salah satu puncak tertinggi di pegunungan Muria dengan ketinggian kurang lebih 1603 Mdpl, walaupun masih kalah dengan Puncak Natas Angin yang memiliki ketinggian sekitar 1700 Mdpl, tapi nyatanya Puncak 29 lebih populer dan banyak diminati para pecinta alam.
Ada Berapa Jalur Pendakian di Puncak 29 Gunung Muria?
Puncak 29 memiliki 2 jalur, yaitu melalui Desa Rahtawu di Kabupaten Kudus dan Desa Tempur di Kabupaten Jepara.
Dari kedua jalur tersebut, jalur melalui Desa Rahtawu adalah yang paling populer di kalangan pendaki.
Pilih Lewat Jalur Desa Rahtawu atau Jalur Desa Tempur?
Baik melalui jalur Desa Rahtawu ataupun Desa Tempur sama saja, karena kedua jalur tersebut akan bertemu setelah Pos 4 Sendang Buton.
Bagaimana Cara Menuju ke Basecamp Gunung Muria ?
Bagi Anda yang ingin mendaki ke Puncak 29, pertama kita harus menuju ke Desa Rahwatu, yaitu desa terakhir yang bisa kita akses untuk mendaki ke Puncak 29 melalui jalur Kabupaten Kudus atau Desa Tempur untuk jalur Kabupaten Jepara.
Sekedar informasi, Puncak 29 ini sebenarnya tidak memiliki Basecamp asli, hanya terdapat tempat parkir dan loket retribusi tiket yang dikelola oleh warga sekitar. Jadi kita hanya perlu membayar retribusi maka kita sudah bisa langsung mendaki ke Puncak 29.
Nah, untuk menuju ke Desa Rahtawu, dari pusat Kota Kudus Anda tinggal mengikuti arah menuju Gunung Muria saja (sudah terdapat banyak petunjuk jalan).
Akses menuju lokasi sangatlah mudah karena kita hanya perlu lurus mengikuti jalan saja, tapi jalan yang akan kita lewati adalah jalan berkelok-kelok khas pegunungan, jadi persiapkan kendaraanmu dengan baik ya.
Berapa Retribusi Pendakian Puncak 29 Gunung Muria ?
Biaya retribusi Rp. 2.000/orang
Parkir Rp. 5.000/motor
Lebih Baik Menggunakan Kendaraan Pribadi atau Transportasi Umum?
Untuk menuju Desa Rahtawu kita bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, namun lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor karena jalannya yang cukup sempit.
Bagaimana Jalur Pendakian Desa Rahtawu?
Jalur pendakian Puncak 29 Gunung Muria bisa dibilang cukup menantang namun tidak terlalu sulit, pertama kita akan disuguhkan trek jalur datar hingga sampai di Pos 3, setelah melewati Pos 3 kita akan disuguhkan sedikit tanjakan hingga sampai di Pos 4 Sendang Buton.
Setelah itu jalur akan silih berganti dengan jalur datar dan tanjakan hingga Anda sampai di Pos 5, dari Pos 5 menuju Puncak 29 jalur akan didominasi oleh tanjakan.
Tepat sebelum Pos 4 Sendang Buton ini (setelah melewati Pos 3) kita akan menemui sebuah pertigaan, dimana jika kita belok ke kanan maka akan menuju Pos 4 Sendang Buton, dan jika lurus kita akan langsung menuju Puncak tanpa melewtai Pos 4 Sendang Buton.
Bagi Anda yang tidak terlalu banyak membawa perbekalan lebih disarankan untuk memilih jalur menuju Pos 4 Sendang Buton, selain jalurnya lebih ringan, kita juga bisa bertemu dengan warga sekitar dan pendaki lain.
Apakah Ada Sumber Air di Jalur Desa Rahtawu Puncak 29 ?
Ada banyak sekali sumber air di jalur pendakian Puncak 29 Gunung Muria melalui Desa Rahtawu ini, karena kita akan melewati banyak aliran sungai, selain itu terdapat mata air di Pos 4 bernama Sendang Buton yang bisa kita gunakan untuk mengisi persediaan air minum dan bisa juga untuk mandi.
Apakah Ada Warung di Jalur Puncak 29 via Desa Rahtawu ?
Terdapat warung di setiap Pos menuju Puncak 29, selain itu di puncaknya juga terdapat warung yang cukup besar, jadi selain bisa untuk makan, kita juga bisa numpang istirahat.
Apa yang Perlu Dibawa Untuk Mendaki di Puncak 29 via Desa Rahtawu?
Karena terdapat banyak warung di setiap Pos, dan juga terdapat tempat istirahat, sebenarnya kita bisa mendaki tanpa perlu membawa peralatan lengkap seperti tenda maupun perbekalan logistik, kita hanya perlu membawa pakian ganti (jika diperlukan), dan obat-obatan saja.
Jadi kita tidak perlu memikirkan masalah logistik dan tempat camp, tapi untuk berjaga-jaga apabila Anda datang ketika musim liburan dan kawatir tidak kebagian tempat, maka tidak ada salahnya untuk membawa tenda.
Dimana Lokasi Camp Terbaik?
Jika Anda membawa tenda, Anda bisa bermalam di Pos 5 dan sekitar Puncak, di puncak sendiri terdapat beberapa warung, nah dirikan saja tenda di sekitar warung-warung tersebut.
Tips Tambahan Ketika Mendaki di Puncak 29 Gunung Muria :
· Gunung Muria terkenal dengan mitosnya yang cukup angker karena terdapat banyak pertapaan di sepanjang jalur hingga puncak sama halnya dengan Gunung Lawu, jadi disarankan untuk menjaga sikap dan ucapan ya.
· Gunakan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outdoor.
· Anda bisa mendaki dengan mengajak anak-anak, selama Anda menjaganya dengan baik, karena Gunung Muria ini cukup aman bagi anak-anak.
· Pemandangan di Puncak 29 bisa dibilang sangat indah, tak kalah dengan gunung-gunung tinggi lainnya, jadi siapkan kamera terbaikmu ya.
Nah, itulah info dan tips pendakian Puncak 29 Gunung Muria via Desa Rahtawu Kabupaten Kudus Jawa Tengah, apabila Anda memiliki info tambahan, yuk share di kolom komentar ya.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat
bagi sahabat petualang semua yang mau mendaki gunung muria puncak natas angin
via rahtawu. Semoga Selamat Sampai Tujuan. Source: brobali.com exploremdpl Semoga bermanfaat, Salam Segerwaras.
0 Komentar