![]() |
Kades Prantaan |
Blora,-
Pemerintah Desa (Pemdes) Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora
tidak tahu harga tanah dilokasi sumur Migas BNG-BBE 01 yang di kerjakan oleh
Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina - PT Banyubang Blora Energi (BBE).
Sebelunya
BBE yang mengerjakan sumur Pertamina di wilayah Desa Prantaan Kecamatan
Bogorejo, Kabupaten Blora memperluas lahan milik warga seluas 1500M, perluasan
lahan tersebut tanpa pemberitahuan Kepala Desa setempat,
Kepala
Desa (Kades) Prantaan Nyono yang mengetahui hal tersebut kecewa dengan BBE, rasa
kecewa tersebut disampaikan saat Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
(Kesbangpol) Kabupaten Blora melalui Kasi 2 Kewaspadaan Nasional dan Ketahanan Masyarakat Tony
Game yang sedang monitoring.
"Saya
kecewa, karena perluasan lahan BBE, yang 1500M tanpa pemberitahuan, apakah itu
dibeli ataukah di sewa," ujar Nyono di pendopo balai Desa Perantakan.
(Senin, 17/06/2019)
Nyono
menjelaskan, sebelumnya lahan yang 6000M milik Sulomo (60th) sudah clear
(beres) sesuai prosedur walaupun untuk harga permeter, ia mengaku tidak
mengetahui.
"Saya
tidak tahu harga permeternya, karena dari Pertamina langsung ke Notaris dengan
pemiliknya," kata Nyono.
Selanjutnya,
ia juga menjelaskan sumur Migas BNG-BBE 01 yang di kerjakan oleh Kerja Sama
Operasi (KSO) Pertamina - PT Banyubang Blora Energi (BBE) sudah mulai melakukan
pemgeboran pada Jumat (14/06/2019) malam pukul 00.00 WIB.
"Ya,
kami diberitahu oleh pihak BBE kalau Jumat malam mulai pemgeboran, dan
mengundang warga sekitar serta perangkat Desa untuk hadir," lanjutnya
Sejumlah
warga disekitar lokasi pengeboran yang merupakan Ring 2 Desa Tempellemahbang
yang merasa di lalui kendaraan alat berat merasa kecewa karena tidak ada
pemberitahuan dimulainya pengeboran.
Saat
di konfirmasi di lokasi pengeboran Humas BBE Kusnanto tidak berada di tempat,
ia menjawab melalui Whatsapp-nya sedang berada di luar kota. (DN/RED)
0 Komentar